Alisson Ungkap Rahasia Mau Terima Pinangan Liverpool

Ada 1 hal yang menjadikan penjaga gawang dari Brasil, Alisson Becker, pindah ke Liverpool sekaligus pergi dari AS Roma.

Alisson mengatakan pada awalnya berpikir sukar pergi dari AS Roma, demi memperkuat Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Walau, akhirnya kiper tersebut hengkang juga, usai Liverpool menunjukkan 56, 25 jutaPounds pada manajemen AS Roma.

Namun begitu kala diberi pertanyaan apa dia akan tinggal setelah Piala Dunia 2018, kiper berusia 26 tahun itu mengakui jika sebenarnya mengidamkan hal tersebut.

“Pikiran ini sudah terlintas di dalam benak saya berulang kali, pasalnya aku amat girang di AS Roma, ” kata Alisson pada Gazzetta dello Sport.
Tapi, imbuh Alisson, manajemen I Giallorossi tidaklah saklek serta tidak mengekang ekspektasi anak asuhnya untuk menentukan masa depan.

Alhasil, ambisi sang shot-stopper asal Jerman itu tercapai buat menembus Liga Inggris.

“Meski begitu, kala pemain memutuskan di mana dia bakal berlaga, pembicaraan makin meluas. Aku memiliki ambisi besar serta begitu juga Liverpool, ” beber kelahiran Kota Novo Hamburgo itu.

“Sekarang aku menembus liga sangat vital sejagat (Liga Inggris), ” jelasnya.

Pernah memutuskan mengadu nasib ke Tanah Ratu Elizabeth II, Alisson tak memandang jika Liga Italia punya kemampuan jauh melalui Liga Inggris.

“Liga Italia tidak jauh terpaut, namun Liga Inggris lain. Cuma, Serie-A tidak begitu rutin, ” jelasnya menutup.

Lima Comeback Cemerlang pada Liga Champions

PSG bakal kembali dihadapkan dengan Real Madrid pada leg ke-2 babak 16 besar Liga Champions di tengah minggu ini. Tetapi, raksasa Prancis tersebut bakal mengalami rintangan sulit jika inginkan lolos ke babak selanjutnya.

Team besutan Unai Emery ini mengalami ketinggalan 3-1 dari Madrid pada leg pertamanya. Lantaran itu, PSG musti menaklukan sang jawara bertahan paling tidak dengan margin 2 gol.

Membalikkan keadaan usai takluk di leg situs yang sama pertama bukanlah suatu hal yang tak mungkin didalam sejarah Liga Champions. Sejumlah klub juga pernah melakukannya usai ketinggalan lebih dari 1 gol.

Dibawah ini 5 comeback cemerlang didalam Liga Champions :

1. Chelsea vs Napoli (2011-12)

Dalam usaha mereka menjuarai Liga Champions pertamanya, The Blues jadi klub yang pertama didalam histori kompetisi yang sanggup membalikkan kekurangan 2 gol di leg pertama dan melaju ke perempat final.

Tim London Barat tersebut terancam terlempar usai mendapati nasib kurang baik di Italia. Juan Mata memberikan Chelsea keunggulan, akan tetapi 2 gol dari Ezequiel Lavezzi serta 1 dari Edinson Cavani menyebabkan klub Italia tersebut unggul.

Di antara leg pertama dan ke-2, Chelsea mengalami penggantian pelatih dengan Andre Villas-Bias digantikan Roberto Di Matteo. Hal tersebut menginspirasi Chelsea untuk melakukan comeback historis di Stamford Bridge.

The Blues mebukukan gol pertama melalui Didier Drogba dan John Terry walau Gokhan Inler sanggup memperkecil kedudukan. Penalti oleh Frank Lampard menyebabkan laga musti dilanjutkan lewat extra time dan The Blues memastikan masuk ke perempat final karena Branislav Ivanovic.

Leg Pertama: Napoli 3-1 Chelsea
Leg Kedua: Chelsea Napoli 4-1
Skor Akhir: Chelsea 5-4 Napoli

2. Barcelona vs AC Milan (2012-13)

San Siro bukanlah destinasi yang mengasyikan bagi Barca akhir-akhir ini. Usai terlempar dari Liga Champions di 2009-10 oleh Inter Milan besutan Jose Mourinho, 3 tahun selanjutnya, rujukan utama berita ini klub ini lagi-lagi menuai kekalahan kali ini oleh AC Milan.

Kevin-Prince Boateng dengan Sulley Muntari memungkinkan Barcelona terancam terlempar. Akan tetapi, 2 pekan setelahnya, di Camp Nou, mereka sanggup menyajikan kisah yang berbeda.

Messi jadi bintang di malam itu usai menggodok gol pembukaan sehabis laga berlangsung 5 menit dan gol penyamakedudukan. Sehabis waktu jeda, David Villa menghantarkan Blaugrana menang dengan cara agregat, akan tetapi klub ini tak pernah merasa tentram hingga Jordi Alba menggodok gol 2 menit sebelum penghujung laga.

Leg Pertama: AC Milan 2-0 Barcelona
Leg Kedua: Barcelona 4-0 AC Milan
Skor Akhir: Barcelona 4-2 AC Milan

3. Manchester United vs Olympiakos (2013-14)

Satu diantara laga mengecewakan MU di zaman David Moyes muncul pada saat menghadapi Olympiakos.

Di leg pertama di Athens, Alejandro Dominguez serta Joel Campbell menjadikan tuan rumah terletak di posisi kokoh sebelum laga ke-2. Manchester United tak dapat berbuat apapun di laga pertamanya.

MU sebelumnya sempat membalikkan kekurangan 2 gol usai menaklukan Barca 3-0 di puncak Piala Winners 1984, dan meskipun musuh mereka lebih hebat di kesempatan itu, MU sanggup mengulang prestasi tersebut.

Van Persie berlaku sebagai informasi dari web pahlawan The Red Devils di Old Trafford. Ataker berdarah Belanda tersebut menggodok hattrick demi membawa MU melaju menuju babak perempat final.

Leg Pertama: Olympiakos 2-0 Manchester United
Leg Kedua: Manchester United 3-0 Olympiakos
Skor Akhir: Manchester United 3-2 Olympiakos

4. AS Monaco v Manchester City (2016-17)

Keunggulan City dengan angka 5-3 atas AS Monaco di Etihad Stadium adalah salah satu laga yang cukup dominan di musim lalu.

Usai memimpin dengan angka besar, Manchester City amat diharapkan untuk melaju ke babak berikutnya. Akan tetapi, Monaco menolak untuk menyerah dan malah lihat kesini mampu membalikkan posisi di Stade Louis II.

Kylian Mbappe, Fabinho serta Tiemoue Bakayoko mengemas gol bagi Monaco Meski Leroy Sane sempat mengecilkan kedudukan, akan tetapi hal tersebut tak cukup untuk membuat Man City lolos lantaran Monaco memiliki keuntungan gol tandang.

Leg Pertama: Manchester City 5-3 AS Monaco
Leg Kedua: AS Monaco 3-1 Manchester City
Skor Akhir: AS Monaco 6-6 Manchester City (Monaco lolos karena gol tandang)

5. Barcelona vs PSG (2016-17)

Keunggulan PSG 4-0 atas Barca di Parc des Princes seharusnya bakal mengamankan posisi mereka didalam perempat final Liga Champions. Barcelona memang tengah menjalankan musim yang jelek di saat itu.

Akan tetapi, di luar teori, Blaugrana justru sanggup menyajikan momen ajaib di Camp Nou. Dalam waktu 3 menit di leg ke-2, Suarez sukses membuka angka untuk Blaugrana. Gol bunuh diri oleh Layvin Kurzawa menjelang waktu istirahat memberikan harapan comeback dikutip dari situs sebelum pinalti Lionel Messi di awal babak ke-2 menyebabkan mimpi tersebut menjadi nyata. Cavani, sempat menyumbangkan gol setelah laga berlangsung 1 jam.

Ketika laga tersisa 3 menit, Neymar sukses menggodok 2 gol sebelumnya akhirnya Sergi Roberto memastikan Blaugrana masuk ke babak berikutnya.

Leg Pertama: PSG 4-0 Barcelona
Leg Kedua: Barcelona 6-1 PSG
Skor Akhir: Barcelona 6-5 PSG

Pemenang & Pencundang di Pertandingan Real Madrid vs Juventus

 

Juventus sukses menghancurkan Real Madrid dg kedudukan 3-1 didalam laga leg ke-2 fase perempat-final Liga Champions, Kamis (12/04) dini hari WIB. Tapi skor tersebut tidak cukup tuk meloloskan Juventus menuju paruh selanjutnya Sebaliknya, Los Blancos berhak melaju menuju ke fase semifinal persaingan elit antar tim Eropa dgn agregat score 4-3. Di partai leg pertama2 kemarin, team didikan Zinedine Zidane meraih kemenangan 3-0 di Allianz Stadium. Dibawah ini semua pemenang serta pecundang di dalam laga di Santiago Bernabeu itu sebagaimana menurut informasi situs ini.

Pecundang: Gianluigi Buffon – Real Madrid mendapatkan penalti di m penghujung & Buffon (dan seluruh punggawa berjersey kuning) segera mengerubungi pengadil lapangan. Buffon mengerjakan protes ekstra serta dampaknya ia dikartu merah pemimpin pertandingan Michael Oliver. Ini merupakan upaya kurang ideal untuk Buffon buat keluar dari Liga Champions. Menurut statistik ini, Buffon amat jelek di Liga Champions kompetisi musim ini, khususnya di paruh sistem gugur. Rasa-rasanya karirnya di Eropa bakal finish dg kurang istimewa & malah tak dengan cara yg impresif. Buffon begitu krusial di Bernabeu, memperlihatkan performa terbaiknya di kampanye musim ini. Tetapi, kartu merah yng diterimanya seperti menghapus setiap kehebatannya didalam partai ini.

Pecundang: Keylor Navas – Keylor Navas gak mempunyai malam terbeken serta walaupun lolos, kelemahan pertahanan Real Madrid amat jelas tampak yang paling utama adalah datang dr penjaga gawang Kosta Rika. Ketika skor ke 2, Navas terlambat bergerak & kemasukan di dalam jarak dekat serta membikin comeback Juve makin jelas. Navas akhirnya menjadikan Juventus menyamakan agregat score dgn kekeliruan yg dirinya buat. Navas bermaksud menyambut operan silang Douglas Costa namun tangkapannya tidak lengket hingga bola jatuh menuju tanah. Hal ini gak disia-siakan Blaise Matuidi tuk memasukkan bola menuju ke gawang Real. Navas hoki Juventus tak mempunyai peluang emas buat mengujinya lagi sehabis ini sebab ia tentu bakalan tersandung lagi.

Pecundang: Mehdi Benatia – Keahlian bertahannya yng dahsyat memungkinkannya tuk memblok sejumlah crossing & passing Madrid serta mereduksi ancaman. Namun dirinya melenyapkan semua di mnt penghujung saat ia meninggalkan Lucas Vazquez tak ada kawalan di tengah kotak penalti. Ia tahu Vazquez ready buat mengalahkan Buffon, jadi dirinya membuat apa yg dapat ia lakuin serta menabraknya dri belakang. Hal tersebut ternyata jadi pilihan yang keliru lantaran malahan merugikan Juventus. Pengadil lapangan memberikan penalti, Madrid membikin goal dr titik yang berwarna putih, & comeback Juve segera menguap. Semua lantaran Medhi Benatia yng gak mampu memantau pesepakbola sayap Madrid.

Pemenang: Mario Mandzukic – Mandzukic cuma memerlukan tak lebih dari 90 detik tuk membukukan namanya di papan skor, menurut laporan dari website ini. Sehabis lewat dri pengawalan Dani Carvajal, Mandzukic membuat skor melalui sundulan menggunakan operan lambung Sami Khedira. 30 menit berselang, Mandzukic balik membikin goal. Stephan Lichtsteiner mengirim passing silang serta Mandzukic kali ini dirinya membantai Carvajal didalam duel udara & menanduk bola buat menghancurkan Keylor Navas.

Pemenang: Massimiliano Allegri – Performa Juventus sepertinya bisa diacungi jempol. Permainan yg menampilkan nyali serta ketabahan. Mereka dapat mengetahui kelemahan Real Madrid & mengeksplor berulang x tuk mengerjakan comeback yng mustahil. Massimiliano Allegri kerap dikecam oleh beberapa orang sebab tak begitu misterius ataupun lumayan berani, tapi tanpa pesepakbola terbaiknya (Paulo Dybala yg kena suspensi) Juventus berlaga keren dg mental yng berani. Allegri berani serta tegas & menjalankan semuanya buat membuat langkah mustahil serta comeback dr defisit 3 goal. Jelas, ia akhirnya tumbang, namun penampilan Juventus ini bakal jadi pembuktian & mungkin bakalan selalu dipertahankan Juventus asalkan dirinya mengharapkan hal tersebut.

Profil Legenda Russia Yang Bisa Membikin Kita Terpana

Legenda Russia. Timnas sepakbola Russia walau pemain-pemainnya tidak terlalu banyak yang bersinar di liga-liga elit Eropa tapi kemampuan pemainnya tidak dapat di remehkan. Russia memilki sejarah panjang di dunia sepakbola terutama pada saat masih berbentuk Uni soviet. Tim nasional sepak bola Rusia adalah tim yang mewakili Rusia dalam sepak bola Internasional. Rusia telah menyiapkan 13 kota dan 16 stadion untuk mensukseskannya. 13 kota tersebut antara lain Kaliningrad, Kazan, Krasnodar, Moscow,Nizhny Novgorod, Rostov-on-Don, Saint Petersburg, Samara, Sochi, Volgograd, Yaroslavl, dan Yekaterinburg. Kemudian untuk 16 stadion yang dipersiapkan adalah sebagai berikut : Fifa World Cup Stadium Kaliningrad , FIFA World Cup Stadium Kazan, FIFA World Cup Stadium Krasnodar, Dynamo Stadium.

Pemain Legendaris Russia

  1. Lev Yashin: Dan yang paling gemilang adalah ketika mengikuti Piala Dunia tahun 1966 di Inggris. Tak heran jika Lev Yashin masuk ke dalam Tim Bintang di Piala Dunia, dan menjadi penjaga gawang terbaik dunia. Tidak hanya itu saja, Lev menjadi Pemain Terbaik Sepanjang Masa FIFA dan All-Stars Piala Dunia Sepanjang Masa. Satu-satunya penghargaan yang pernah diraihnya adalah Ballon d’Or tahun 1963. Lev adalah pemain yang setia, ia menghabiskan karier sepak bolanya bersama Klub Dynamo Moscow.
  2. Valentin Ivanov: Valentin Ivanov merupakan pesepak bola Rusia yang fenomenal. Ia menjadi satu-satunya pesepak bola yang mampu menjadi top skor di dua ajang internasional, yakni Piala Dunia dan Piala Eropa. Kehebatan Valentin Ivanov membawa Uni Soviet menjuarai Piala Eropa tahun 1960. Serupa dengan Lev Yashin, Valentin Ivanov menghabiskan kariernya di Klub Torpedo Moscow. Valentin Ivanov meninggal dunia pada tahun 2011, meninggal dunia selang beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-77 akibat penyakit Alzheimer.
  3. Igor Akinfeev: Akinfeev tampil dalam lebih dari 400 pertandingan bersama CSKA, dan hampir 70 pemainan bersama timnas Rusia. Selama itu, timnya menjadi juara Liga Rusia sebanyak lima kali, juara UEFA cup satu kali, serta mencetak berbagai rekor nasional. Igor melakukan debutnya saat berumur 16 tahun, dan di umur 17 tahun ia telah menjadi penjaga gawang utama CSKA. Setelah Igor bergabung dengan CSKA, tim tersebut meraih juara liga pertamanya setelah penantian panjang.
  4. Sergei Ignashevich: Belum ada pemain timnas Rusia saat ini yang dapat menandingi jumlah tulisan artikel di dunia pers Eropa mengenai dirinya. Alan Dzagoev secara teratur masuk dalam daftar pemain muda paling berbakat di dunia lama benua Eropa, Asia dan Afrika. Namun dia tetap memilih bermain di CSKA. Piala Dunia kali ini kemungkinan besar akan menentukan karir Dzagoev ke depannya. Di usianya yang masih dikatakan muda yaitu 17 tahun, Dzagoev sudah menunjukkan prestasinya dengan mencetak banyak gol untuk tim utama CSKA dan merayakan kemenangan pertamanya pada Piala Rusia. Waktu itu ia sempat ditawari pindah ke Tottenham atau Chelsea, namun ia memilih tinggal di pangkuan CSKA. Padahal tidak semua pelatih CSKA menempatkannya di posisi utama.

Pada Piala Dunia 1994 di AS, tim sepak bola Rusia mencatatkan sebuah gol kemenangan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia tercatat , seorang pemain mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Ia adalah penyerang Rusia Oleg Salenko, yang menjebol gawang Kamerun sebanyak lima kali dalam pertandingan tersebut.
Demikian tadi sedikit tentang sepakbola Legenda Rusia yang begitu berprestasi , semoga kedepannya lebih Berjaya lagi salam olahraga