comeback as roma

Lima Comeback Cemerlang pada Liga Champions

Posted on

PSG bakal kembali dihadapkan dengan Real Madrid pada leg ke-2 babak 16 besar Liga Champions di tengah minggu ini. Tetapi, raksasa Prancis tersebut bakal mengalami rintangan sulit jika inginkan lolos ke babak selanjutnya.

Team besutan Unai Emery ini mengalami ketinggalan 3-1 dari Madrid pada leg pertamanya. Lantaran itu, PSG musti menaklukan sang jawara bertahan paling tidak dengan margin 2 gol.

Membalikkan keadaan usai takluk di leg situs yang sama pertama bukanlah suatu hal yang tak mungkin didalam sejarah Liga Champions. Sejumlah klub juga pernah melakukannya usai ketinggalan lebih dari 1 gol.

Dibawah ini 5 comeback cemerlang didalam Liga Champions :

1. Chelsea vs Napoli (2011-12)

Dalam usaha mereka menjuarai Liga Champions pertamanya, The Blues jadi klub yang pertama didalam histori kompetisi yang sanggup membalikkan kekurangan 2 gol di leg pertama dan melaju ke perempat final.

Tim London Barat tersebut terancam terlempar usai mendapati nasib kurang baik di Italia. Juan Mata memberikan Chelsea keunggulan, akan tetapi 2 gol dari Ezequiel Lavezzi serta 1 dari Edinson Cavani menyebabkan klub Italia tersebut unggul.

Di antara leg pertama dan ke-2, Chelsea mengalami penggantian pelatih dengan Andre Villas-Bias digantikan Roberto Di Matteo. Hal tersebut menginspirasi Chelsea untuk melakukan comeback historis di Stamford Bridge.

The Blues mebukukan gol pertama melalui Didier Drogba dan John Terry walau Gokhan Inler sanggup memperkecil kedudukan. Penalti oleh Frank Lampard menyebabkan laga musti dilanjutkan lewat extra time dan The Blues memastikan masuk ke perempat final karena Branislav Ivanovic.

Leg Pertama: Napoli 3-1 Chelsea
Leg Kedua: Chelsea Napoli 4-1
Skor Akhir: Chelsea 5-4 Napoli

2. Barcelona vs AC Milan (2012-13)

San Siro bukanlah destinasi yang mengasyikan bagi Barca akhir-akhir ini. Usai terlempar dari Liga Champions di 2009-10 oleh Inter Milan besutan Jose Mourinho, 3 tahun selanjutnya, rujukan utama berita ini klub ini lagi-lagi menuai kekalahan kali ini oleh AC Milan.

Kevin-Prince Boateng dengan Sulley Muntari memungkinkan Barcelona terancam terlempar. Akan tetapi, 2 pekan setelahnya, di Camp Nou, mereka sanggup menyajikan kisah yang berbeda.

Messi jadi bintang di malam itu usai menggodok gol pembukaan sehabis laga berlangsung 5 menit dan gol penyamakedudukan. Sehabis waktu jeda, David Villa menghantarkan Blaugrana menang dengan cara agregat, akan tetapi klub ini tak pernah merasa tentram hingga Jordi Alba menggodok gol 2 menit sebelum penghujung laga.

Leg Pertama: AC Milan 2-0 Barcelona
Leg Kedua: Barcelona 4-0 AC Milan
Skor Akhir: Barcelona 4-2 AC Milan

3. Manchester United vs Olympiakos (2013-14)

Satu diantara laga mengecewakan MU di zaman David Moyes muncul pada saat menghadapi Olympiakos.

Di leg pertama di Athens, Alejandro Dominguez serta Joel Campbell menjadikan tuan rumah terletak di posisi kokoh sebelum laga ke-2. Manchester United tak dapat berbuat apapun di laga pertamanya.

MU sebelumnya sempat membalikkan kekurangan 2 gol usai menaklukan Barca 3-0 di puncak Piala Winners 1984, dan meskipun musuh mereka lebih hebat di kesempatan itu, MU sanggup mengulang prestasi tersebut.

Van Persie berlaku sebagai informasi dari web pahlawan The Red Devils di Old Trafford. Ataker berdarah Belanda tersebut menggodok hattrick demi membawa MU melaju menuju babak perempat final.

Leg Pertama: Olympiakos 2-0 Manchester United
Leg Kedua: Manchester United 3-0 Olympiakos
Skor Akhir: Manchester United 3-2 Olympiakos

4. AS Monaco v Manchester City (2016-17)

Keunggulan City dengan angka 5-3 atas AS Monaco di Etihad Stadium adalah salah satu laga yang cukup dominan di musim lalu.

Usai memimpin dengan angka besar, Manchester City amat diharapkan untuk melaju ke babak berikutnya. Akan tetapi, Monaco menolak untuk menyerah dan malah lihat kesini mampu membalikkan posisi di Stade Louis II.

Kylian Mbappe, Fabinho serta Tiemoue Bakayoko mengemas gol bagi Monaco Meski Leroy Sane sempat mengecilkan kedudukan, akan tetapi hal tersebut tak cukup untuk membuat Man City lolos lantaran Monaco memiliki keuntungan gol tandang.

Leg Pertama: Manchester City 5-3 AS Monaco
Leg Kedua: AS Monaco 3-1 Manchester City
Skor Akhir: AS Monaco 6-6 Manchester City (Monaco lolos karena gol tandang)

5. Barcelona vs PSG (2016-17)

Keunggulan PSG 4-0 atas Barca di Parc des Princes seharusnya bakal mengamankan posisi mereka didalam perempat final Liga Champions. Barcelona memang tengah menjalankan musim yang jelek di saat itu.

Akan tetapi, di luar teori, Blaugrana justru sanggup menyajikan momen ajaib di Camp Nou. Dalam waktu 3 menit di leg ke-2, Suarez sukses membuka angka untuk Blaugrana. Gol bunuh diri oleh Layvin Kurzawa menjelang waktu istirahat memberikan harapan comeback dikutip dari situs sebelum pinalti Lionel Messi di awal babak ke-2 menyebabkan mimpi tersebut menjadi nyata. Cavani, sempat menyumbangkan gol setelah laga berlangsung 1 jam.

Ketika laga tersisa 3 menit, Neymar sukses menggodok 2 gol sebelumnya akhirnya Sergi Roberto memastikan Blaugrana masuk ke babak berikutnya.

Leg Pertama: PSG 4-0 Barcelona
Leg Kedua: Barcelona 6-1 PSG
Skor Akhir: Barcelona 6-5 PSG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *